Tampilkan postingan dengan label Resep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resep. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Agustus 2012

Cara Masak Rendang Yang Paling Gampang

Menjelang Lebaran, bagi keluarga kami identik dengan Rendang. Walau orang jawa asli, tapi berhubung suami orang Minang, Lebaran kuidentikkan dengan rendang, bukan opor ayam. Gak masalah sih, yang penting seisi rumah suka.


Kata orang, bikin rendang itu susah dan payah. Tapi, aku dapat resep dari suami, yang orang asli Padang daerah pedesaan. Jadi resep rendangnya super simple. Yang penting  ada daging dan kelapa ... hehehe.
Yuk, cekidot resepnya !

BAHAN :
1 kg daging
2 butir kelapa ( kalau kelapa mahal, 1 aja gak apa-apa yang penting tua)
1 bonggol bawang putih
1/4 kg cabai merah
bawang merah sejumlah 2 x bawang putih
garam sesuai selera
jahe sebesar telunjuk tangan
kunyit sebesar telunjuk tangan
5 daun jeruk purut
5 daun salam
2 batang sereh

ALAT :
wajan atau penggorengan plus sutilnya
saringan santan
cobek dan ulek-ulek bisa diganti dengan blender

PERSIAPAN :
  1. Daging dipotong melintang alias memotong alur daging. Supaya kalau makan, slilitennya gak terlalu panjang di sela-sela gigi .... hahaha. Terserah mau segede apa motongnya, atau mau dibentuk seperti apa.
  2. Parut Kelapa ( di selep-kan aja cepet ... hehehe, malas marut ) tanpa dikupas, karena kandungan santan terbanyak justru di kulitnya. 
  3. Peras kelapa menjadi 2 episode. Episode pertama akan menghasilkan santan kental. Episode ke-2 menghasilkan santan encer. Ulangi episode 2 ini sampai santannya encer atau agak bening.
  4. Ulek atau blender bumbu : cabai, bawang putih, bawang merah, jahe dan kunyit.

CARA MEMASAK :
  1. Tumis bumbu halus dan jeruk purut, daun salam dan serai. 
  2. Setelah harum, masukkan daging dan ukep sebentar.
  3. Masukkan santan encer, aduk-aduk sampai mendidih.  Kecilkan api ( cukup api biru saja ). Bisa ditinggal menulis atau fesbukan ...qiqiqi, tapi sekali-kali diaduk dong !
  4. Setelah daging agak matang, masukkan santan kental dan garam. Kalau sudah mendidih, jangan ditinggal lagi.
  5. Tanda bahwa rendang sudah jadi, adalah adanya letupan-letupan pertanda minyak sudah terbentuk. Matikan apinya.

Nah, rendang siap disantap. Awas kolesterol !




Senin, 23 Juli 2012

Tutorial Membuat Rengginang Mekar

Hari Raya, Idul Fitri, bisa dipastikan Rengginang akan menjadi salah satu hidangan di meja. Walau di luar Hari Raya, produk makanan ringan ini mudah didapat di mana-mana. Dan bagi teman-teman yang ingin membuat sendiri Rengginang, saya akan membagi resep rengginag warisan leluhur yang berbudi pekerti luhur :D.




Sebenarnya proses pembuatan Rengginang sangat mudah. Hanya membutuhkan ketelatenan dan sinar matahari tentu saja. Bagi usaha besar, tentu tidak masalah membuat Rengginang di musim hujan, karena mereka bisa menggunakan pengering untuk mengeringkan Rengginang. Bagi yang ingin membuat Rengginang  dalam skala kecil, sebaiknya konsultasi dulu dengan Team Prakiraan Cuaca. Hehehe.

Oke deh, langsung saja kita masuk ke Tutorial Membuat Rengginang.
Pertama, kita siapkan dulu bahannya. Sebelum pergi ke pasar, catet dulu semua keperluan pembuatan Rengginang.

BAHAN UTAMA :

  • 1 kg beras ketan ( beras ketan yang berkualitas bagus akan menghasilkan Rengginang yang lebih mekar, tapi tentu saja lebih mahal harganya )
  • 1 bonggol bawang putih
  • 1 sendok makan garam halus beryodium ( biar yang makan Rengginang jadi cerdas )
  • air 250 mL ( tergantung jenis ketannya. Kalau ketannya lemas, air bisa dikurangi )

BAHAN TAMBAHAN :
Beberapa orang menyukai bahan tambahan untuk menimbulkan sensasi berbeda saat makan  Rengginang. Beberapa bahan tambahan yang bisa dipakai :

  • Penyedap Rasa
  • Ikan Teri
  • Terasi
  • Lorjuk


Di resep yang akan saya bagikan ini, saya hanya akan memberikan bahan tambahan penyedap rasa saja. Soalnya lebih guampaaannng ....
Yuk, lanjut !

ALAT DAN BAHAN

  • Panci untuk merendam beras ketan
  • Dandang untuk mengukus ketan
  • Centong kayu untuk mengaduk ketan
  • Ulekan atau blender untuk menghaluskan bumbu
  • Baskom untuk mengaduk beras ketan
  • Tempeh dari anyaman bambu atau plastik, terserah, untuk menjemur Rengginang
  • Penggorengan untuk menggoreng Rengginang, jangan lupa sama sutilnya.
  • Kompor jangan sampai ketinggalan di rumah tetangga, hahaha.


Nah, setelah semua siap, sekarang saatnya membuat Rengginang. Saya sendiri lebih suka membuatnya di bulan Ramadhan. Kenapa coba ? Karena, jam-nya cocok dengan masa perendaman Rengginang.

CARA MEMBUAT :

  1. Cuci dan rendam beras ketan selama lebih kurang 5- 6 jam. Kalau bulan Ramadhan, saya rendam selepas taraweh dan ditiris ketika hendak sahur. Pas kan ?
  2. Setelah 6 jam, tiriskan, dan kukus pakai dandang.
  3. Ngukusnya 30 menit saja. 
  4. Sembari mengukus, haluskan bawang putih
  5. Setelah itu, angkat beras ketan dan taruh di baskom. 
  6. Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan plus bahan tambahannya plus air. Lalu aduk rata.
  7. Kukus lagi 30 menit.
  8. Rengginang siap dicetak di atas tempeh
  9. Setelah itu dijemur.
Terkadang, Rengginang yang kita buat tidak mekar saat digoreng di atas penggorengan dengan bantuan sutilnya. Itu disebabkan oleh teknik menjemur. Jangan kuatir, saya berikan juga teknik menjemurnya.

TEKNIK MENJEMUR
Setelah Rengginang dicetak di atas tempeh, jemur pas saat matahari baru terbit, di atas genteng. Kesalahan utama yang membuat hasil Rengginang tidak sesuai dengan keinginan adalah karena dijemur di bawah pohon ( ya iyalah pantas gak kering ) atau dijemur di halaman rumah dan siangnya sudah habis dimakan ayam. Ngasih makan ayam, mahal amattt.... !
Nah, pas bedug, balik rengginangnya agar sisi yang menempel di tempeh kering.
Bila cuaca mendung, alamat Rengginang tidak kering dalam sehari dan jadinya kurang mekar, atau malah keras saat digoreng. Makanya, jangan lupa kontak Team Prakiraan Cuaca ya.

Bila teknik-teknik di atas dipenuhi, Insya Allah akan didapatkan Rengginang yang mekar saat digoreng. Asalkan digoreng pakai minyak goreng.

Demikian, resep warisan leluhur yang saya bagikan, agar teman-teman semua menjadi Rengginanger tulen !





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...