Menjelang Lebaran, bagi keluarga kami identik dengan Rendang. Walau orang jawa asli, tapi berhubung suami orang Minang, Lebaran kuidentikkan dengan rendang, bukan opor ayam. Gak masalah sih, yang penting seisi rumah suka.
Kata orang, bikin rendang itu susah dan payah. Tapi, aku dapat resep dari suami, yang orang asli Padang daerah pedesaan. Jadi resep rendangnya super simple. Yang penting ada daging dan kelapa ... hehehe.
Yuk, cekidot resepnya !
BAHAN :
1 kg daging
2 butir kelapa ( kalau kelapa mahal, 1 aja gak apa-apa yang penting tua)
1 bonggol bawang putih
1/4 kg cabai merah
bawang merah sejumlah 2 x bawang putih
garam sesuai selera
jahe sebesar telunjuk tangan
kunyit sebesar telunjuk tangan
5 daun jeruk purut
5 daun salam
2 batang sereh
ALAT :
wajan atau penggorengan plus sutilnya
saringan santan
cobek dan ulek-ulek bisa diganti dengan blender
PERSIAPAN :
- Daging dipotong melintang alias memotong alur daging. Supaya kalau makan, slilitennya gak terlalu panjang di sela-sela gigi .... hahaha. Terserah mau segede apa motongnya, atau mau dibentuk seperti apa.
- Parut Kelapa ( di selep-kan aja cepet ... hehehe, malas marut ) tanpa dikupas, karena kandungan santan terbanyak justru di kulitnya.
- Peras kelapa menjadi 2 episode. Episode pertama akan menghasilkan santan kental. Episode ke-2 menghasilkan santan encer. Ulangi episode 2 ini sampai santannya encer atau agak bening.
- Ulek atau blender bumbu : cabai, bawang putih, bawang merah, jahe dan kunyit.
CARA MEMASAK :
- Tumis bumbu halus dan jeruk purut, daun salam dan serai.
- Setelah harum, masukkan daging dan ukep sebentar.
- Masukkan santan encer, aduk-aduk sampai mendidih. Kecilkan api ( cukup api biru saja ). Bisa ditinggal menulis atau fesbukan ...qiqiqi, tapi sekali-kali diaduk dong !
- Setelah daging agak matang, masukkan santan kental dan garam. Kalau sudah mendidih, jangan ditinggal lagi.
- Tanda bahwa rendang sudah jadi, adalah adanya letupan-letupan pertanda minyak sudah terbentuk. Matikan apinya.
Nah, rendang siap disantap. Awas kolesterol !

