Tampilkan postingan dengan label Latihan Nulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan Nulis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

PUPUS

Ikutan FF2in1 @nulisbuku

Tidak ada yang tak menarik dari sosok manis di hadapanku. Bulu matanya lentik, pipinya begitu ranum kemerahan. Terlebih lagi, lengkung di bibirnya yang tak pernah pudar. Siapa pun yang pertama kali beradu pandang dengannya, pasti langsung terkesan dengan senyumnya yang selalu ceria. Seolah dia berasal dari dunia lain yang tak pernah mengenal masalah.
"Siapa namamu ?"
Sosok manis itu tersipu, semakin membuat aku gemas.
"Happy."
Bahkan namanya adalah refleksi dirinya sendiri. Sungguh tepat bila dia bernama Happy. Dia selalu tampak bahagia.
"Kenapa kau selalu menanyakan namaku ?" tanya Happy, "bahkan setiap kali kita bertemu. Apa kau selalu amnesia setiap hari ?"
Aku menggeleng, "Tentu saja tidak. Aku hanya ingin mendengar nama itu terucap dari bibirmu saja. Itu sudah sangat indah bagiku."
Happy menunduk dalam, "Tapi, Galang, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Setelah hari-hari yang kita lalui bersama sebulan ini. Aku harus mengatakan tentang diriku yang sebenarnya padamu."
Aku menggeleng. Manusia terkadang tidak menyukai kejujuran. Karena hal itu akan membuatnya merasa begitu sakit.
"Please ..." pinta Happy dengan mata memelas.
Aku tahu, dia ingin perjalanan kami berdua ke depan tidak menghadang karang. Dia ingin, masa lalu kami masing-masing terbeber di antara kami, kemudian kami saling melepaskannya ke udara. Setelah itu, barulah kami merasa tenang dan bahagia.
"Okelah, aku setuju."
Walau sebenarnya, ada secuil masa lalu yang aku tak ingin Happy mengetahuinya. Tentang masa kecilku. Di mana aku dikenal sebagai cowok paling kuper dan selalu jadi bulan-bulanan di sekolah. masa yang sangat memalukan bagiku saat itu. Walau terekam kuat di memoryku, aku sangat ingin menghilangkannya.
"Sebenarnya, aku bukan Happy yang kau kenal."
Aku mengernyitkan kening, "Maksudmu ? Kamu kembar ?"
Happy menggeleng, "Galang, Nama asliku Hendrawan."
Aku tercekat. Apalagi dengan suara Happy yang tiba-tiba membesar di ujung kalimatnya.


Kamis, 13 September 2012

Terkunci

Postingan ini diikutkan dalam #FF2in1 @nulisbuku 13 September 2012 pukul 21.30

Selalu saja, tak pernah berhasil. Setiap lukisan yang kuhasilkan, selalu saja menghasilkan sepasang mata indah dengan bulu lentik itu. Lesung pipit dan deretan gigi yang putih bersih. Heran, sungguh mengherankan. Padahal semua tentang dirinya sudah aku kubur bersama lukisan-lukisan dirinya.

Aku harus mengubah jalan hidupku. Hidupku bukanlah burung dalam sangkar. Yang hanya menerima takdir, melihatmu dalam sangkar indah lainnya. Tidak, aku selalu bertekad untuk bebas dan lepas dari cinta yang memenjara ini. Tapi kenapa aku selalu tak berdaya.

Kembali, lukisan lelaki berjenggot di hadapanku, terlukis dengan mata indahmu. Juga lesung pipitmu. Hingga lelaki itu begitu murka dan menyobek-nyobek kanvas di hadapanku. Aku hanya bisa tertegun. Sungguh, aku tak pernah bisa melupakan mata indahmu.

Kemarin, aku dipecat dari galery. Mereka tak mau mempekerjakan aku lagi. Karena semua lukisan binatang yang mereka pesan, selalu berbulu mata lentik dan indah sepertimu. Aku sungguh tak bisa lagi melukis hal nyata dalam hidupku. Semua imajinasi dan akalku terkunci dalam dirimu.


Yang Terdalam


Postingan ini diikutkan dalam #FF2in1 @nulisbuku 13 September 21.00 WIB
Tema : Yang Terdalam - Peter Pan

Senja itu, aku terpaku menatap tergelincirnya Sang Surya di ufuk barat. Semburat oranye mewarnai langit. Dan kurasakan bayang wajah lelaki itu memenuhi kepala dan dadaku. Sesak. Aku merasa percuma berdiri di pantai nan luas ini. Berharap rasa sesak itu menguar bersama angin yang mendingin.

Pras. Hanya nama itu yang bisa kugaungkan. Betapa hatiku sudah dia gali begitu dalam dan dia bersemayam di sana dengan nyaman. Kugelengkan kepala keras-keras. Sudah kucoba segala upaya untuk melebur nama itu di lautan. Menerbangkannya di setiap kepak sayap camar. Tapi usahaku selalu kandas. Karam.

Ijinkan aku mengenangmu Pras. Meski, selamanya kau tak akan berada di sisiku. Demi rasa yang sudah mendalam ini. Aku tidak akan membiarkan sedikit pun perih menodainya. Apakah aku salah ? Bila aku masih berharap menanti cintamu ?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...